Yuk Mengenal Sejarah Singkat International Women Day!

Yuk Mengenal Sejarah Singkat International Women Day!

International Women Day – Hai girls, mumpung hari perempuan internasional di seluruh dunia masih hangat, mari kita bincangkan yuk! Setiap tanggal 8 Maret, dunia merayakan Hari Perempuan Internasional. Dirayakan sejak 100 tahun lalu untuk mencapai keseteraan gender, hingga saat ini tujuan itu belum sepenuhnya tercapai. Hari Perempuan Internasional merupakan peringatan atas prestasi para perempuan di seluruh dunia sambil menyerukan kesetaraan gender. Prestasi ini termasuk dalam bidang politik, sosial, dan hal lainnya.

Dilansir dari Telegraph.co.uk, perjuangan ini telah diperlihatkan sejak awal 1900-an dan kini diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret. Perjuangan ini tidak berafiliasi dengan satu kelompok karena pemerintah, organisasi wanita, perusahaan dan badan amal memberi perhatian atas isu perempuan. Wah semakin menarik ini ya pembahasan kita girls

Peringatan Hari Perempuan Internasional biasanya ditandai di seluruh dunia dengan pertunjukan kesenian, diskusi, demonstrasi, konferensi pawai, dll. Lalu, bagaimana sebenarnya peringatan Hari Perempuan Internasional ini dimulai? Apa pula yang disuarakan para perempuan tahun ini?

Sulit untuk menentukan kapan tepatnya Hari Perempuan Internasional dimulai.Namun katakepo akan mencoba mengulik lebih dalam tentang hari para perempuan ini girls, akarnya dapat ditelusuri sampai tahun 1908, ketika 15.000 wanita turun ke jalan melewati New York City menuntut hak suara, upah lebih baik, dan jam kerja yang lebih pendek. Setahun kemudian, Hari Perempuan Nasional pertama muncul di Amerika Serikat pada 28 Februari yang dideklarasikan oleh Partai Sosialis Amerika.

Pertama kali dirayakan

Pada tahun 1910, muncul seorang wanita bernama Clara Zetkin, pemimpin ‘perempuan pekerja’ untuk Partai Sosial Demokrat di Jerman. Dia mengajukan gagasan tentang Hari Perempuan Internasional. Dia menyarankan agar setiap negara memperingati hari perempuan setiap tahun agar perempuan dapat menyampaikan tuntutan mereka.

Lebih dari 100 wanita dari 17 negara menyetujui sarannya dan International Women Day (IWD) pun dibentuk. Pada tahun 1911, Hari Perempuan Internasional dirayakan untuk pertama kalinya di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss pada 19 Maret.

Pada tahun 1913, IWD berpindah menjadi 8 Maret. Sejak saat itulah Hari Perempuan Internasional selalu diperingati setiap 8 Maret. Peringatan ini hanya diakui oleh Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 1975. Mulai pada waktu itu pulalh, selalu ada tema setiap tahun untuk diperingati.

Pada tahun 2011, mantan Presiden AS Barack Obama memproklamasikan Maret menjadi ‘Bulan Sejarah Wanita’.

Kenapa masih diperingati?

Tujuan awal IWD, untuk mencapai kesetaraan gender secara utuh bagi perempuan di dunia. Tujuan ini masih belum terealisasikan. Kesenjangan upah terus berlanjut di seluruh dunia. Perempuan masih belum memiliki jumlah yang sama dengan laki-laki dalam bisnis atau politik. Secara global, pendidikan perempuan, kesehatan masih lebih buruk daripada laki-laki. Kekerasan terhadap perempuan juga terus terjadi.

Menurut World Economic Forum, kesenjangan gender tidak akan berakhir sampai tahun 2186. Di IWD, perempuan di seluruh dunia berkumpul menuntut kesetaraan sekaligus merayakan prestasi perempuan yang telah mengatasi hambatan ini.

Menurut laporan World Economic Forum pada 2017, masih ada 100 tahun lagi sebelum kesenjangan kesetaraan global antara pria dan wanita sama sekali hilang. Pada 2017, wanita bekerja ‘tanpa dibayar’ selama 51 hari dalam setahun karena kesenjangan gaji dengan alasan gender.

Pada tahun 2017, hak-hak perempuan mendominasi pemberitaan, dengan perhitungan global tentang kesalahan seksual yang bergejolak melalui industri.

Apalagi Harvey Weinstein dan tokoh terkemuka lainnya melakukan gerakan #MeToo. Gerakan ini memberi suara pada perempuan tentang pelecehan yang mereka derita dalam film, fashion, musik, politik dan seni.

Adapun di tingkat internasional, penetapan Hari Perempuan se-Dunia diputuskan pada Konferensi Internasional Pekerja Perempuan di Kopenhagen pada tahun 1910. Clara Zetkin, seorang politisi perempuan dari Partai Sosialis Demokrat Jerman, yang mengajukan ide agar ditetapkan sebuah hari untuk memperingati hari perempuan, agar perempuan di seluruh dunia dapat memiliki momentum untuk serentak mengajukan tuntutan atas pemenuhan hak-hak mereka. Ide Clara disambut baik oleh 100 perempuan dari 17 negara yang berkumpul dalam konferensi internasional itu.

Di tahun berikutnya, diperingati ‘lah Hari Perempuan se-Dunia untuk pertama kalinya di Austria, Denmark, Jerman, dan Swis. Namun, saat itu mereka menetapkan Hari Perempuan se-Dunia jatuh pada tanggal 19 Maret. Maka, pada tanggal 19 Maret 1911, jutaan perempuan melakukan kampanye untuk memperjuangkan hak mereka dalam memperoleh pekerjaan, memilih, dan melakukan kegiatan publik tanpa adanya diskriminasi. Ironisnya, seminggu kemudian terjadi sebuah tragedi menyedihkan di New York City, ketika lebih dari 140 pekerja perempuan tewas dalam insiden kebakaran di Triangle Shirtwaist Factory. Peristiwa tersebut merupakan tragedi terburuk dalam kategori bencana industri yang terjadi di AS. Banyaknya korban tewas disebabkan karena manajer mengunci pintu pabrik, yang membuat para pekerja perempuan tak bisa menyelamatkan diri mereka ketika pabrik tempat mereka bekerja terbakar habis.

Salah satu pemicunya, aktris yang menyumbangkan uang dan mengenakan pakaian hitam pada upacara penghargaan untuk mendukung #TimesUp. Begitu pula dengan wartawan BBC Carrie Gracie yang secara terbuka mengundurkan diri sebagai editor China atas gaji yang tidak setara. Itu tadi sejarah singkat tentang hari perempuan internasional ya girls, semoga kalian para perempuan di luar sana tetap menjadi perempuan yang hebat dan tangguh. salam