Dilema Mencari Pekerjaan Bagi Para Fresh Graduate

Dilema Mencari Pekerjaan Bagi Para Fresh Graduate

Dilema Mencari Pekerjaan – Ke galauan yang dirasakan oleh para fresh graduate setelah mereka lulus dari bangku perkulihan adalah, mau kemana kita? Bagi mereka yang beruntung akan sangat mudah sekali untuk mencari pekerjaan bahkan hanya dengan satu lamaran saja, mereka sudah mendapat perkejaan. Namun bagi mereka yang hanya sekedar kuliah dan lulus karena desakan orang tua akan semakin sulit mencari pekerjaan, apalagi dengan skill yang pas-pasan.

Dunia perkulian memang begitu menyenangkan, kita masih mendapatkan beasiswa dari orang tua kita, kita bisa jalan-jalan kemanapun yang kita mau. Uang habis tinggal minta, masalah terberat hanyalah tugas kuliah dan penelitian itu pun bisa kita kerjakan secara berkelompok atau kalau kita anak orang kaya, kita tinggal bayar teman kita saja untuk mengerjakan tugas kuliah. Tentu itu tindakan yang tidak dibenarkan.

                Mencari pekerjaan setelah lulus kuliah tidak semudah yang dibayangkan. Para perusahaan mempunyai berbagai syarat yang sangat menyulitkan untuk mahasiswa yang baru lulus. Pengalaman kerja adalah modal penting dalam melamar ke sebuah perusahaan besar, namun bagaimana kita bisa mendapatkan pengalaman kerja kalau setiap perusahaan tidak mau menerima fresh graduate.Memang ada banyak perusahaan yang mau menerima para fresh graduate tapi itu selalu berbenturan dengan latar belakang kita atau jurusan dalam perkulihan kita dulu.

Kata orang tua, kita tidak boleh memilih-milih pekerjaan, selagi halal, lakukan saja apa pekerjaan itu, jaman sekarang mencari pekerjaan itu susah, jadi jangan pilih-pilih. Terus untuk apa kita kuliah bertahun-tahun dan menghabiskan banyak biaya kalo kita kerja tidak sesuai dengan latar belakang kita. Kita menjalani rutinitas yang tidak kita sukai, kita belajar dari awal lagi tentang deskripsi kerja kita, kita harus memulai dari awal lagi untuk belajar apa yang tidak kita sukai.

Sebagai contoh, teman saya adalah lulusan dari salah satu universitas terbaik yang ada di negeri ini. Dia mengambil jurusan teknik sipil, namun setelah lulus dia memilih untuk bekerja di bank karena memang tidak ada perusahaan konstruksi yang mau menerima dia. Dari pada menganggur, mending memilih untuk bekerja di bank. Berpura-pura untuk menyukai yang tidak kita sukai adalah hal yang berat. Namun semua kita lakukan agar kita tidak di cap pengangguran dan tidak khawatir besok mau makan apa.

Tidak salah memang jika kita bekerja namun tidak sesuai dengan disiplin ilmu kita,

toh segala perkerjaan yang halal itu baik, dan memberi pengalaman berharga. Anggap saja pekerjaanmu sekarang adalah batu loncatan untuk mencapai cita-citamu, untuk membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat lagi menghadapi kerasnya kehidupan. Namun mau sampai kapan kita akan berpura-pura menyukai apa yang tidak kita sukai, terjebak dalam rutinitas yang selama ini tidak kita harapkan.

Memang jika kita tidak menyukai apa yang kita kerjakan, semua rutinitas ini akan sangat membosankan, berbeda jika kita sangat menyukai pekerjaan kita, selelah apapun badan kita, kita akan sangat mencintai apa yang kita kerjakan. Karena kita memulai pekerjaan kita dengan rasa senang. Mengeluh bukan salah satu solusi untuk kita keluar dari zona ini, namun setiap orang berhak untuk mengeleuh, mengadu atas setiap kegelisahannya.

‘sawang sinawang’ adalah pepatah jawa, apa yang kita lihat dari orang lain belum tentu baik bagi diri kita, begitu pun sebaliknya. Setiap orang ingin kebebasanya sendiri-sendiri, ada yang ingin bebas berkelana, ada yang ingin bebas untuk berbisnis, ada juga yang ingin bebas untuk menulis. Tapi semua itu seakan menjadi impian saja tatkala kita harus terbentur dengan rutinitas yang tidak kita sukai. Alih-alih ingin keluar dari pekerjaan sekarang dan mengejar impian malah kita menjadi pengangguran karena kita tidak siap, baik dari modal dan pengalaman.

                Kita akan tiba pada suatu masa dimana kita sangat merasa jenuh dengan apa yang kita kerjakan sekarang, dengan rutinitas yang kita jalani sekarang, dan muncul banyak pertanyaan di kepala kita. Apakah yang kita kerjakan saat ini sudah sesuai dengan keinginan kita, apakah yang kita kerjakan saat ini sudah cocok dengan kita sehingga kita tidak mau meninggalkannya. Bagi kalian yang sudah pasrah dengan keadaan akan menganggap bahwa kalian dan pekerjaan kalian baik-baik saja.

Namun berbeda bagi sebagian orang yang merasa mereka sama sekali tidak cocok dengan apa yang dikerjakannya saat ini. Mau sampai kapan? Itulah pertanyaan yang selalu hinggap di kepala, mau sampai kapan kita akan seperti ini, mau sampai kapan kita berada di zona nyaman. Iya nyaman, nyaman karena setiap bulan kita tidak perlu khawatir, karena setiap bulan rekening kita akan diisi oleh perusahaan yang memperkerjakan kita sebagai balas jerih payah tenaga dan pikiran kita.

Banyak yang bilang bahwa kerja kantoran itu menyenangkan dan enak, karena kita setiap bulan mendapatkan gaji, kita berpakaian rapi, kita tidak perlu berpanas-panasan di jalan, kita mendapatkan banyak fasilitas. Enak bagi mereka yang merasa latar belakang mereka cocok dengan pekerjaannya sekarang, enak bagi mereka yang menikmati pekerjaannya. Beruntunglah mereka yang berkerja sesuai dengan latar belakang. Namun berbeda bagi sebagian orang yang merasa pekerjaannya tidak sesuai dengan latar belakang dan disiplin ilmu.

Dengan dalih untuk melangsungkan kehidupan, mereka rela kerja berjam-jam di kantor dengan target pekerjaan yang tidak manusiawi. Mereka rela melakukan pekerjaan yang sama sekali bukan bidang mereka. Sebagian orang akan pasrah karena merasa jika dia keluar dari pekerjaan itu, dia akan menganggur. Berbeda dengan orang yang menginginkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Lakukan apa yang kalian sukai, dan bertanggung jawablah atas pilihanmu.

             Kerja tidak melulu harus di kantor bukan. Tidak melulu harus berpakaian rapi, berdasi dan wangi. Kita bisa kerja dimanapun asalkan itu halal dan tidak merugikan banyak orang. Bagi para fresh graduate rencana setelah lulus kuliah harus benar-benar dipikirkan secara matang. Mau kemana diri ini akan melangkah. Mau mencari pekerjan, mau membuat pekerjaan, atau mau menganggur terlebih dahulu untuk memuaskan nafsu berkelana. Atau mau berkelana sekaligus menghasilkan uang. Pilihan ada pada diri kita. Berharap yang terbaik selalu menyertai kita. Pikirkan matang-matang mau kemana diri ini setelah lulus dari dunia perkuliahan agar kita tidak tersesat dan menjalani apa yang tidak kita sukai. Sangat berat untuk menjalani apa yang tidak kita sukai apalagi sampai harus tunduk. Lakukan apa yang kita sukai. Berdikari lah untuk diri kita sendiri.